Makin maju teknologi, maka kebutuhan manusia makin beralih, dari kebutuhan dasar menjadi kebutuhan yang lebih sekunder, dan saat ini makin beralih ke kebutuhan yang lebih mewah.
Jaman dahulu saat sebelum revolusi industri dimulai, ketergantungan akan bahan makanan sangat tinggi, human can't live without food, sampai sekarang juga begitu, namun keadaan makin berbeda.
Kebutuhan manusia relatif sama, namun keinginannya berkembang sangat pesat dan tanpa batas. Manusia butuh makanan untuk hidup, namun menginginkan yang lebih dari sekedar makanan, makanya muncul restoran cepat saji yang bukan saja memenuhi kebutuhan manusia akan makanan namun juga menyediakan makanan dengan cepat, tentu saja hal ini memberikan nilai tambah yang menarik pelanggan bagi restoran tersebut.
Karena itu, para pelaku bisnis tidak akan mengeruk keuntungan yang besar dengan hanya mengandalkan produknya saja, karena jaman sekarang banyak produk yang sudah menjadi komoditas atau produk yang ada sekarang mudah sekali ditiru oleh pesaing yang memiliki akses teknologi yang sama.
Oleh sebab itu, maka diperlukan sesuatu yang dapat menarik pelanggan untuk lebih memilih produk kita daripada produk produsen lain. Sesuatu yang bukan bagian dari produk itu sendiri. salah satunya adalah exprience.
Dalam faktor ini, kita membedakan bukan poduknya, namun cara atau suasana atau konteks pelanggan dalam menikmati produk kita. Sebagai contoh, starbucks sebenarnya tidak hanya menjual kopi namun juga suasana dan tempat yang nyaman serta pelayanan yang baik. Walaupun harga kopi di starbucks rata - rata 10 kali harga kopi di luar, namun aja saja orang yang memilih tempat ini, sebagian karena alasan rasa kopinya dan sebagian lain karena hanya ingin menikmati kopi atau sajian di tempai ini.
No comments:
Post a Comment